Al-Mu’min

Asmaul husna Al-Mu’min dapat dimaknai Allah sebagai Maha Pemberi rasa aman bagi makhluk ciptaan-Nya dari perbuatan zalim. Allah adalah sumber rasa aman dan keamanan dengan menjelaskan sebab-sebabnya. Dengan memberi rasa aman ini, maka Allah akan menutup jalan-jalan yang menakutkan bagi orang yang beriman kepada-Nya. Kenapa harus ada rasa aman? Karena rasa aman merupakan hal penting bagi manusia untuk menenteramkan hati dan menenangkan pikiran. Seseorang yang berada di tempat-tempat yang menakutkan pasti menginginkan rasa aman. Untuk itulah, permintaan rasa aman itu harusnya ditujukan hanya kepada Allah semata, bukan yang lain. Orang mukmin tidak akan membayangkan memperoleh rasa aman dan keamanan itu melainkan dari Allah SWT.

Firman Allah dalam QS. Quraisy (106) ayat 4 sebagai berikut :
Artinya : “Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.”

Setelah manusia mendapatkan rasa aman, maka kewajiban selanjutnya adalah memberi rasa aman kepada orang yang berada di sekitarnya. Dengan demikian, setiap orang yang ketakutan dan mengharap bantuan kepadanya akan tetap merasa aman ketika berurusan dengannya, baik saat dalam urusan agama maupun duniawi, Hal ini sesuai dengan apa yang diajarka oleh Rasulullah saw bahwa orang yang beriman akan menjadikan tetangganya merasa aman dari kejahatan-kejahatannya.
Saat seseorang mampu memberi rasa aman kepada orang lain, maka kelak orang itu akan menjadi orang yang terpercaya. Perlu kita ketahui bahwa tidaklah mudah menjadi orang yang terpercaya karena banyak godaan yang selalu menghadangnya. Meskipun demikian, saat kita berpegang teguh kepada asmaul husna Al-Mu’min, maka kita akan memiliki kepedulian untuk menolong kepada orang lain, hatinya tidak tergerak untuk menolong saudara muslim ketika membutuhkan bantuan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al Maidah (5) ayat 2 berikut ini :

Artinya : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.”

Comments

Popular Posts