Membuka Relung Kalbu
Bumi
Indonesia diibaratkan oleh Multatuli laksana zamrud di dataran khatulistiwa.
Tanah Indonesia oleh Quraisy Shihab diibaratkan laksana sekeping tanah sorga
yang dihamparkan di persada nusantara. Koes Plus salat satu grup band
legendaris Indonesia dalam salah satu syairnya menyebutkan: “orang bilang
tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Demikianlah berbagai ungkapan kekaguman akan
kesuburan dan kekayaan alam Indonesia tercinta ini.
Indonesia adalah negara kaya akan sumber daya
alam, tanahnya sangat subur. Namun kenyataannya masih banyak rakyatnya yang
hidup di bawah garis kemiskinan, bayi-bayi dan anak-anak mengalami busung
lapar, pelajar putus sekolah, serta kenestapaan-kenestapaan lainnya.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Ini disebabkan Sumber Daya Alam yang
kita miliki belum dimanfaatkan oleh bangsa sendiri, melainkan dieksploitasi
oleh bangsa-bangsa lain. Bangsa kita masih rendah dalam penguasaan Sain dan
Teknologi.
Bumi tanpa cahaya matahari akan hampa dan
kehidupan akan binasa. Begitulah ibarat hati manusia, tanpa cahaya ilmu, hati
akan sakit dan mati. Wahai Pemuda harapan bangsa,
tahukah Anda bahwa salah satu modal untuk bisa meraih kebahagiaan hidup di
dunia dan akhirat itu adalah ilmu. Menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi adalah syarat mutlak untuk menggapai kehidupan
yang lebih baik di kemudian hari. Apabila tidak, maka kita akan tetap menjadi
bangsa yang terjajah di negeri sendiri. Nilai seseorang bukan diukur dari
seberapa besar tubuhnya, atau seberapa kuat ototnya, melainkan salah satunya diukur
dari seberapa besar penguasaannya terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Ayo
tanamkan rasa senang menuntut ilmu dalam diri kita!
Comments
Post a Comment