Tahan Nafsu (part 2)


‘’Mau ke pengajian di rumah Bu RT,’’
          ‘’Lho, pengajian bukannya udh pada tutup?’’ tanya Dini karena sering dengar dari taman-tamannya kalau pengajian ibu-ibu biasa tutup di bulan Ramadhan.
          ‘’Pengajian kok tutup. Nah, ibu-ibu di komplek ini sepakat, pengajian ngga tutup, Cuma geser jam saja, jadi jam setangah dua samapai menjelang ashar. Makin banyak ngaji di bulan Ramadhan kan makin baik. Nambah pahala, menghindari dari nonton TV yang isinya masih banyak gosipnya, silaturahim, pokonya penuh manfaat. Tadinya malah mau diadakan tiap hari, tapi jadi sepekan tiga kali saja. Nah ummi berangkat dulu ya, soalnya Ummi kan Cuma bisa ikut yang hari Sabtu ini, jadi sayang sekali kalau sampai terlambat.’’
          ‘’Wah, ibu-ibu di sini pada nafsuan juga ternyata,’’ Ihsan nyeletuk sambil menambahkan ‘’Nafsu ngaji gtuu lohhhh.....’’
          Tetapi samapai di rumah Bu RT, mata Ummi Dini terbelalak melihat kehebohan yang sedang terjadi. Aneka baju anak dan dewasa yang cantik-cantik terhampar di segala sudut. Juga tas, sepatu, sandal, sampai toples kue-kue.
          ‘’Nah, itu Jeng Dini datang. Ayo jeng, ini Bu Chandra nwarin kue-kue, enak, aku dah coba kemarin. Jeng Astrid bawa sandal, tas, keren lohh. Nah, kalau baju-baju ini Bu RT punya, bawaan anaknya. Cakep-cakep. Situ pasti naksir. Ayo Jeng, gabung sini. Dari pada panas-panas, cape ke Tanah Abang, mending beli di sin..’’ Bu Joko langsung promosi.
          Mulanya Ummi Dini masih terpana, tetapi segera tidak tahan melihat sebuah tunik cantik yang cocok sekali untuk Dini, juga sandal hitam bertatah batu yang manis. Lagipula, kalau dipikir-pikir Bu Joko benar juga, daripada repot panas dan cape keluyuran ke pasar kan mending belanja sekarang, di sini, di acara pengajian.
          Lihat semua barang itu, aihhh...... Ummi Dini jadi nafsu dehh....
:D :D

@rizna ac-maliyah

Comments

Popular Posts