KISAH NYATA : Pengorbanan Seorang Ibu (part 2)
-->
Tak
pernah aku mendengar Ibu mengeluh hidupnya. Ibu begitu tabah. Namun, walau saat
itu aku masih kanak-kanak, aku mengerti betapa Ibu menanggung beban fifik dan
mental yang begitu berat. Terlihat dari tubuhnya yang semakin kurus.
Setelah terapi demi terapi dijalani,
bebrapa tahun kemudian adikku bisa berjalan walaupun tidak sempurna. Kami
sangat berbahaia. Ibu selalu melatihnya berjalan dan memberi semangat untuk
teru berlatih sampai akhirnya adikku benar-benar sehat, bisa berjalan lagi dan
berlari lagi. Ia tetp jadi anak yang percaya diri walaupun kakinya cacat.
Adikku kini punya prestasi dibidang seni, bahkan pernah menjadi juara nasional
melukis. Itulah keadilan Allah, di balik kekurangannya ternyata ada pula
kelebihannya.
Itu semua tak akan terjadi tanpa
kemurahan Allah dan pengorbanan ibuku yang demikian besar. Bagiku beliaulah inspiring
woman sejati yang ikhlas memberikan apapun untuk kebaikan anak-anaknya.
Wahyu
Murtiningsih, Kalinegoro, Magelang
.jpg)
Comments
Post a Comment