KISAH NYATA : Pengorbanan Seorang Ibu (part 1)

-->
Kenangan masa kecil ini tak pernah lepas dari ingatanku. Siang itu aku bermain dengan adikku yang berumur 3 tahun di halaman rumah. Kami berdua berusaha menangkap kucing. Dengan penuh semangat dan kegembiraan kami berlari, meloncat, dan berteriak-teriak.
            Ketika aku sedang mengintai kucing, ku dapati adikku tengah merangkak di belakangku. Ku pikir dia mengikuti jejakku mengintai mangsa. Tapi ketika aku berlari mengejar kucing, adikku diam tak bergerak. Ketika ku ajak berjalan pulang adikku pun masih merangkak dan berjalan menggunakan pantatnya. Lama-lama aku gemas dan ku tarik tangannya untuk mengajaknya berdiri. Tapi ketika ku tarik tangannya, jatuh terduduk lagi. Ketika tubuh ku angkat agar dapat brdiri tegak pundia tidak bisa. Kaki kirinya lemas dan tidak kuat untuk menumpu. Aku pulang untuk memanggil Ibu yang kemudian datang dan melakukan hal yang sama sepertiku. Adikku tetap tidak bisa berdiri. Saat itu juga adikku dibawa ke dokter di puskesmas dan kata dokter adikku terserang polio.
Kata dokter adikku harus menjalani terapi di rumah sakit empat kali seminggu. Yang menjalani masalah adalah rumahku jauh dari kota Yogyakarta tempat adikku harus diterapi. Ongkos pengobatan dan transportasi pun kami rasakan sangat mahal. ayahku hanya guru honorer. Alhamdulillah sodara ibu yang baik hati mau meminjamkan uang untuk pengobatan adik.
Ibu memutuskan untuk berhenti bekerja dari kantornya agar bisa merawat adik dan membawanya terapi rutin. Empat kali seminggu, sekitar pukul 04.30 pagi ibuku berangkat menggendong adikku naik turun bus beberapa kaliuntuk sampai ke rumah sakit di Yogyakarta. Ayahku tidak bisa mengantar karena kami tidak punya sepedah motor. Lagi pula ayah harus bekerja pagi hingga larut malam karena mengajar di tempat yang jauh di lereng Gunung Merapi. Ibu dan adik selalu pulang sore. Sesampainya di rumah Ibu masih harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci dan lain-lain. Malam harinya beliau membungkus kue-kue untuk dijual ke warung-warung.

Comments

Popular Posts